Gen Z SMK Islam Secang Antusias Cek DPT Online dalam Kelas Data Pemilih
KOTA MUNGKID_ Bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), KPU Kabupaten Magelang kembali menggelar Kelas Data Pemilih menggaungkan Gerakan Cek Daftar Pemilih Tetap (DPT) kepada pemilih pemula di SMK Islam Secang,Kamis (16/4/2026), diikuti oleh 100 siswa kelas XI yang nampak antusias mengikuti sesi Cek DPT melalui layanan resmi KPU di laman https://cekdptonline.kpu.go.id. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak secara langsung mengecek status mereka sebagai pemilih melalui layanan daring. Antusiasme peserta terlihat saat sebagian besar siswa mulai menyadari bahwa mereka belum terdaftar sebagai pemilih, meskipun telah atau akan memasuki usia 17 tahun. Anggota KPU Kabupaten Magelang Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin), Siti Nurhayati, menegaskan pentingnya peran pemilih pemula dalam menentukan arah demokrasi ke depan. “Kami ingin memastikan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, tidak hanya sadar akan hak pilihnya, tetapi juga sudah terdaftar dalam DPT. Melalui layanan PDPB On The Spot ini, kami mempermudah akses mereka agar bisa langsung terdata sebagai pemilih,” ujarnya. Sebagai bentuk tindak lanjut, KPU Kabupaten Magelang menghadirkan layanan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) On The Spot. Layanan ini memfasilitasi siswa yang telah berusia 17 tahun namun belum terdaftar sebagai pemilih untuk segera melaporkan diri dan memperbarui datanya sebagai persiapan menuju Pemilu 2029. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Islam Secang, Agus Setiyabudi, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat edukatif dan relevan bagi siswa. “Kegiatan ini memberikan pemahaman nyata kepada siswa tentang pentingnya hak pilih dan proses menjadi pemilih. Kami berharap siswa dapat lebih sadar dan siap berpartisipasi dalam Pemilu mendatang,” ungkapnya.(***/RED ....
Dinas Kominfo Siap Kolaborasi dan Sinergi Bersama KPU Magelang
KOTA MUNGKID_Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso menyatakan kesiapannya berkolaborasi dan sinergi bersama KPU dalam pelaksanaan program kegiatan pasca Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024. “Kami apresiasi program-program KPU yang telah dan akan dilaksanakan. Sangat bagus dan memiliki dampak baik bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Magelang. Kita siap untuk berkolaborasi dan sinergi. Toh kita juga sama-sama badan publik yang memiliki tugas dan fungsi yang hampir sama,” katanya, saat menerima audiensi KPU Kabupaten Magelang, Rabu (15/4/2026) di kantornya. Menurut Iwan, ada beberapa program KPU yang dapat dilakukan bersama seperti pemberitaan kegiatan, talkshow, pembuatan aplikasi. “Apa yang kami bisa, kami siap membantu KPU. Apalagi beberapa kegiatan pada tahun-tahun sebelumnya sudah dilakukan bersama. Ini hanya melanjutkan saja. Kalau ada yang belum, kita siap untuk mendiskusikannya. Pada prinsipnya, kami siap,” tegasnya. Sebelumnya Ketua KPU Kabupaten Magelang, Ahmad Rofik mengatakan, kedatangannya selain untuk bersilaturahmi, juga menyampaikan beberapa program yang akan dilakukan di Tahun 2026 ini, diantaranya KPU Goes To School, KPU Mengajar, Pendampingan Pemilihan Ketua OSIS Serentak, pendidikan pemilih berkelanjutan kepada perempuan dan marjinal, dan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. “Dari beberapa program itu, kami berharap ada dukungan dari Diskominfo. Apalagi pada tahun sebelumnya, beberapa program itu juga sudah bekerjasama. Kedatangan kami ini, untuk melanjutkan kembali kerjasama itu,”kata Ahmad Rofik yang saat audiensi didampingi Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Yohanes Bagyo Harsono, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Siti Nurhayati, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Anas Khoirudin, Sekretaris KPU Kabupaten Magelang, Ira Wahyu Catur, serta Kasubag Teknis Penyelenggaraan Tri Rahmad Sujiwo (***/RED) ....
Kelas Data Pemilih KPU Magelang Ajak Siswa SMA Islam Sudirman Grabag Peduli Data Pemilih Sejak Dini
KOTA MUNGKID_Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Rendatin) menggelar Kelas Data Pemilih dalam rangkaian program Kelas Demokrasi inisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Magelang, Selasa (14/4/2026), di SMA Islam Sudirman Grabag. Anggota KPU Kabupaten Magelang sekaligus Ketua Divisi Rendatin, Siti Nurhayati, dalam materinya menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya Gen Z untuk memiliki kepedulian terhadap data pemilih pemilu maupun pemilihan sejak dini. Ia mengajak para siswa untuk mulai sadar akan hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. “Kenapa Gen Z harus peduli dari sekarang? Karena hak pilih adalah hak konstitusional yang melekat pada setiap warga negara. Satu suara memiliki dampak besar dalam menentukan arah bangsa. Masa depan demokrasi ada di tangan kalian. Data pemilih yang valid hari ini adalah jaminan masa depan yang aman,” tegas Siti Nurhayati di hadapan peserta kegiatan. Selain ceramah, siswa juga diajak secara langsung mengecek status mereka dalam daftar pemilih melalui laman https//:cekdptonline.kpu.go.id. Hasil pengecekan secara acak ini, mayoritas siswa belum masuk data pemilih meskipun sebagian telah berusia 17 tahun. Hal ini disebabkan karena yang bersangkutan belum melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el), yang menjadi salah satu syarat utama dalam pendataan pemilih. Siti Nurhayati menyarankan agar para siswa yang telah berusia 17 tahun namun belum memiliki KTP-el segera melakukan perekaman. Layanan administrasi kependudukan saat ini tidak harus dilakukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang lokasinya relatif jauh dari Grabag, melainkan sudah dapat diakses di tingkat kecamatan.(***/RED) ....
PDPB On The Spot di SMA Muhammadiyah Salaman; KPU Magelang Ajak Gen Z Peduli Data Pemilih
KOTA MUNGKID_Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang menggelar kegiatan PDPB On The Spot dengan tema Gen Z Peduli Data Pemilih, di SMA Muhammadiyah Salaman, Senin (13/4/2026), bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Magelang dalam program Kelas Demokrasi, sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran pemilih pemula terhadap pentingnya data pemilih yang akurat dan mutakhir. Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa kelas X dan XI serta sejumlah guru pendamping. Anggota KPU Kabupaten Magelang sekaligus Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Siti Nurhayati, saat memaparkan materi menegaskan, generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung kualitas data pemilih. “Gen Z tidak hanya menjadi pemilih pemula, tetapi juga dapat berperan sebagai penggerak kesadaran data di lingkungan sekitarnya. Mulai dari sadar akan pentingnya data diri, aktif mengecek data pemilih, melapor jika ada perubahan, hingga mengajak keluarga dan teman untuk turut memastikan data mereka sudah sesuai,” ujarnya. Selain metode ceramah, peserta juga diajak melakukan pengecekan status data pemilih melalui laman cekdptonline.kpu.go.id. Hasil pengecekan secara acak dan spontan, sebagian siswa telah terdaftar dalam Daftar Pemilih, sementara sebagian lainnya belum terdaftar. Bagi siswa yang belum terdaftar atau ditemukan ketidaksesuaian data, diberikan kesempatan untuk langsung mengisi formulir tanggapan PDPB di lokasi maupun melaporkan secara daring melalui layanan Lapor PDPB KPU Kabupaten Magelang. KPU Kabupaten Magelang juga membagikan brosur PDPB kepada peserta sebagai media edukasi lanjutan. Kepala SMA Muhammadiyah Salaman, Anis Wafiroh, saat menyampaikan sambutan pembuka kegiatan memberikan apresiasi positif atas pelaksanaan kegiatan KPU On The Spot. “Edukasi seperti ini sangat penting bagi siswa karena memberikan pemahaman langsung tentang demokrasi. Di sekolah kami, pemilihan OSIS (IPM) juga telah menerapkan tahapan layaknya Pemilu dan Pilkada, mulai dari pendataan pemilih hingga pengumuman DPT yang dipasang di lingkungan sekolah,” ungkapnya. Vinna Indrianingrum salah seorang siswi SMA Muhammadiyah Salaman, mengatakan turut merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini. Ia yang sebelumnya belum terdaftar sebagai pemilih, langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melaporkan dirinya sebagai pemilih pemula melalui formulir tanggapan PDPB. “Kegiatannya sangat bermanfaat karena saya jadi tahu status data pemilih saya. Ternyata saya belum terdaftar, dan tadi langsung dibantu untuk melapor. Jadi lebih paham pentingnya memastikan data kita sudah masuk sebagai pemilih,” tuturnya.(***/RED) ....
KPU Magelang Dorong Partisipasi Pemilih Disabilitas Lewat Sosialisasi PDPB
KOTA MUNGKID_ Anggota KPU Kabupaten Magelang Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Siti Nurhayati, menekankan pentingnya memastikan pemilih disabilitas terdata secara akurat dalam daftar pemilih pemilu maupun pemilihan. Hal itu disampaikannya saat menyampaikan materi Sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) bertema “PDPB Ramah Disabilitas: Semua Terdata, Semua Terwakili”, dalam forum Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Rancangan Peraturan Bupati tentang Petunjuk Pelaksanaan Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, yang digelar Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026), di Aula TEA Tanjung Muntilan. Didepan peserta rakor yang berasal dari Forum Inklusi Disabilitas Kabupaten Magelang (Fidakama) dan perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang ini, Ia juga menyoroti rendahnya tingkat partisipasi pemilih disabilitas pada Pilkada 2024. Dari total 6.064 pemilih disabilitas yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), tingkat kehadiran di Tempat Pemungutan Suara (TPS) baru mencapai 28 persen. Angka tersebut menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi KPU dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kepemiluan. “Tidak boleh ada yang tertinggal dalam demokrasi. Partisipasi pemilih disabilitas harus terus didorong.Setiap warga negara memiliki hak pilih yang sama. Pastikan sudah terdata dengan benar dalam PDPB. Jika belum terdaftar atau ada perubahan data, segera laporkan. KPU berkomitmen memberikan layanan yang ramah dan setara bagi pemilih disabilitas,” imbaunya.(***/RED) ....
Pentingya Peran Perempuan Dukung Akurasi Pemilih Wujudkan Demokrasi Berkualitas
KOTA MUNGKID_ Anggota KPU Kabupaten Magelang Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Siti Nurhayati, menekankan pentingnya peran perempuan dalam mendukung akurasi data pemilih sebagai fondasi utama demokrasi yang berkualitas. Peringatan Hari Kartini, dapat menjadi momentum perempuan untuk turut aktif dalam memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat telah terdaftar sebagai pemilih. Penekanan materi sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) disampaikannya dalam Rapat Persiapan Peringatan Hari Kartini Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2026, Selasa (7/4/2026), di Ruang Rapat Anggrek Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, diikuti 30 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), IWAPI, Bhayangkari, Persit, serta Kejaksaan. Mengusung pesan “Gerakan Perempuan Sadar Data Pemilih Wujudkan Hak Pilih yang Terjamin”, Siti Nurhayati mendorong sinergi lintas sektor, khususnya organisasi perempuan, untuk menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam keluarga dan lingkungan sosial untuk menyampaikan pentingnya pelaporan perubahan data pemilih, seperti pindah domisili, perubahan status, maupun pemilih pemula. “Perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam memastikan kualitas data pemilih. Melalui peran aktif di keluarga dan organisasi, perempuan dapat menjadi penggerak utama dalam menyampaikan informasi terkait pentingnya pembaruan data pemilih secara berkelanjutan. Dengan data yang akurat, kita dapat menjamin hak pilih setiap warga negara terpenuhi dengan baik”, ucapnya.” Ia juga mengajak seluruh elemen perempuan untuk tidak ragu melaporkan setiap perubahan data pemilih di lingkungannya. Partisipasi aktif ini merupakan kontribusi nyata dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif dan berintegritas. Menurut Siti Nurhayati, melalui forum kolaborasi lintas sektor ini proses pembaruan data pemilih dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan berbagai pihak, khususnya organisasi perempuan yang memiliki jangkauan luas di masyarakat, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa keterlibatan aktif perempuan dalam pemutakhiran data pemilih tidak hanya memperkuat kualitas daftar pemilih, tetapi juga menjadi wujud nyata partisipasi dalam menjaga hak konstitusional warga negara.(***/RED) ....
Publikasi
Opini
Meneladani Pesan Dari Para Pahlawan Oleh : Yohanes Bagyo Harsono, ST Kadiv Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Magelang MENARIK apa yang dipesankan pahlawan nasional, Dr Cipto Mangunkusumo, yang dibacakan saat upacara memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025, Senin tadi pagi. Beliau menyampaikan “Perlawanan yang tidak lahir dari pikiran merdeka, hanyalah letupan emosi, bukan perjuangan!” Pesan ini sangat relevan untuk kita jadikan pedoman langkah kita kedepan, agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang sebenarnya bukan perjuangan, tapi upaya pihak tertentu mengatasnamakan perjuangan rakyat. Padahal perjuangan yang dimaksud adalah untuk kepentingan segelintir orang. Dimasa kemerdekaan ini, banyak hal yang sering membuat kita bingung. Terkadang kita mudah terpengaruh dan bahkan ikut serta dalam sebuah acara yang dibungkus dengan kata-kata untuk perjuangan rakyat. Kita sering tidak berpikir jauh. Apakah itu benar untuk perjuangan rakyat? Ataukah untuk kepentingan-kepentingan segelintir kelompok saja? Hal senada, pesan lagi dari salah satu pahlawan nasional yang lain. Ida Anak Agung Gde Agung. Pesannya juga sangat relevan dengan masa sekarang ini. “Politik bukan alat kuasa, tetapi alat untuk menjaga martabat bangsa”. Dimasa kini, politik terkadang dipakai oleh para elit negeri ini untuk memperjuangkan dan mengamankan kepentingan golongan dan kelompoknya. Tidak untuk bangsa. Hanya saja, dengan politik itu, mereka mengatasnamakan rakyat. Hanya rakyat yang dimaksud adalah kelompok-kelompoknya saja. Para elit politik dengan cerdik dan cerdas, mengobok-obak emosi rakyat. Kata-kata manis, sering membuat rakyat terlena. Kita sering kita tidak menelaah jauh. Tidak berpikir jauh dan meneliti sebelum ikut dalam arus mengatasnamakan “perjuangan” itu. Apa yang dipesankan Dr Cipto Mangunkusumo dan Ida Anak Agung Gde Agung, patut untuk kita renungkan bersama. Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf dalam sambutan saat upacara memperingati Hari Pahlawan menyampaikan, ada tiga hal yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa. Pertama tentang kesabaran. Dimana mereka sabar menempuh ilmu dan menyusun strategi, sabar menunggu momentum dan sabar membangun kesabaran ditengah keterbatasan. Kedua tentang semangat mengutamakan kepentingan bangsa diatas segalanya. Dimana para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Tapi mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam dan melanjutkan pengabdian. Dan yang ketiga, adalah pandangan jauh kedepan. Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai Dan menjadikan perjuangannya sebagai ibadah. Itulah kekuatan yang mereka tinggalkan untuk kita. Kini saatnya, cita-cita para pahlawan itu kita teruskan. Tidak perlu dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati dan pengabdian. Hanya saja, semangat mereka tetap sama, yakni membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tetinggal dari arus kemajuan. (*)
HARI PAHLAWAN Saatnya Meneruskan Cita-cita Pahlawan **)Oleh Yohanes Bagyo Harsono, Anggota KPU Kabupaten Magelang Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM SIAPA yang tidak tahu Pangeran Diponegoro? Tentu semua orang terutama Warga Negara Indonesia (WNI), tahu siapa dia. Pangeran Diponegoro adalah salah satu pahlawan nasional. Ia adalah seorang pangeran di Jawa yang menentang pemerintahan Kolonial Belanda. Putra sulung Hamengku Buwana III ini, memegang peranan penting dalam perang di Jawa Tahun 1825 - 1830. Setelah kalah dan tertangkap, ia diasingkan ke Makasar, dan meninggal di sana pada usia 69 tahun. Tujuan perangnya saat itu adalah melawan Kolonial Belanda. Di era saat ini, kita tetap diharuskan “berperang’. Namun tentu berbeda dengan perangnya dengan saat Pangeran Diponegoro. “Perang” kita saat ini, tidak melawan Kolonial Belanda atau penjajah, dan bertujuan agar Bangsa Indonesia merdeka, tapi “perang” yang lain. Tujuan, target, sasaran dan cara berperang yang kita lakukan saat ini, sudah jauh berbeda. Dahulu para pahlawan berperang dan berjuang tidak dengan banyak bicara, namun dengan keberanian dan merelakan darahnya tertumpah, bahkan meski harus kehilangan nyawanya. Saat ini, tugas kita tidak lagi mengangkat bambu runcing dan senjata api, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran/integritas. Yang pasti semangat para pahlawa dan kita saat ini, harus tetap sama. Yakni Bangsa Indonesia harus berdiri tegak. Indonesia tidak boleh kalah dengan negara lain. Belum lama ini, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2025 kemarin. Dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir mengatakan, generasi muda harus terus berjuang dan berani bermimpi besar serta pantang menyerah, dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. Pemuda bukan sekadar pelengkap sejarah, tetapi penentu arah bangsa ke depan. Kita butuh pemuda yang patriotik, gigih dan empati, yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata dan tetap berdiri ketika badai datang. Dalam sambutan yang dibacakan dalam upacara bendera di sekolah-sekolah dan instansi pemerintah itu, ia berkeinginan agar generasi muda tetap semangat mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Semangat muda, harus disalurkan dan diwadahi melalui saluran-saluran yang ada. Di sisi lain, sebagai rakyat Indonesia, sudah menjadi kewajiban kita untuk mengisi dan meneruskan cita-cita para pahlawan. Salah satunya dengan ikut terlibat dalam pembangunan di negara kita ini. Keterlibatan itu, tentu menyesuaikan kemampuan dan kompetensi kita masing-masing. Bagi pelajar bisa dengan belajar rajin. Bagi guru, dengan mengajar dengan baik sesuai tugas, pokok dan fungsinya sebagai tenaga pendidik. Sebagai dokter, tentu memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan yang baik, demikian seterusnya. Semangat pahlawan agar Indonesia terus berdiri tegak, harus kita lestarikan dan rawat terus-menerus. Jangan ada bangsa atau pihak lain yang mencoba merongrong bangsa kita. Jika sampai terjadi, sudah menjadi kewajiban kita untuk bersatu melakukan perlawanan. Tidak harus mengotong senjata, tapi dengan ilmu dan kecakapan yang kita miliki. Mari kita isi kemerdekaan sesuai profesi yang kita miliki. Selamat hari pahlawan. MERDEKA!!
**) Oleh Siti Nurhayati, Anggota KPU;Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupten Magelang Program Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2025 yang kini tengah dilaksanakan KPU Kabupaten Magelang tidak lepas dari peran operator Sidalih yang bekerja tanpa kenal lelah. Mereka adalah garda terdepan yang memastikan daftar pemilih tetap bersih, akurat, dan mutakhir. Operator Sidalih merupakan ujung tombak dalam memastikan PDPB berjalan dengan baik. Ketelitian dan komitmen mereka patut diapresiasi, karena dari kerja-kerja teknis hingga pelayanan langsung ke masyarakat inilah lahir data pemilih yang bersih dan akurat demi suksesnya penyelenggaraan pemilu. Keuletan, kesabaran, dan profesionalitas para operator menjadi kunci suksesnya PDPB. Mereka bekerja senyap, namun hasilnya berdampak besar bagi tegaknya demokrasi di Indonesia. Melalui tangan-tangan operator Sidalih tangguh inilah, data pemilih yang valid dapat terjaga demi pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas Setiap hari operator harus berhadapan dengan ribuan data pemilih untuk diperiksa satu per satu, disinkronkan dengan data kependudukan, hingga memastikan tidak ada pemilih ganda maupun pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yang masih tercatat. Tak hanya itu, mereka juga menindaklanjuti masukan dan saran perbaikan dari Bawaslu Kabupaten Magelang, baik terkait pemilih TMS maupun pemilih Memenuhi Syarat (MS), sehingga kualitas data semakin terjamin validitasnya. Peran mereka tidak sebatas mengelola dan membersihkan data. Operator juga turut aktif menjadi bagian dari Tim PDPB KPU Magelang dalam kegiatan sosialisasi ke masyarakat. Mereka menerima laporan langsung baik melalui Layanan Helpdesk PDPB maupun Layanan PDPB on the spot, yang memudahkan masyarakat menyampaikan masukan data pemilih. Dengan demikian, operator bukan hanya bekerja di balik layar, tetapi juga terjun langsung melayani masyarakat..**)
*) Oleh: Yohanes Bagyo Harsono,ST Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Magelang MINGGU, 17 Agustus 2025 besok, Bangsa Indonesia akan tepat berusia 80 tahun. Saat itu, seluruh rakyat akan memperingati hari dimana para pendiri bangsa menyatakan sebagai hari Kemerdekaan Indonesia. Hari yang bersejarah dan selalu diperingati oleh segenap anak bangsa di Negara Kesatuan rebupilik Indonesia (NKRI). Untuk diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto, Rabu (23/7/2025) kemarin, telah menetapkan logo dan tema HUT ke-80 Republik Indonesia, yakni 'Bersatu, Berdaulat. Rakyat sejahtera, Indonesia Maju'. Prabowo mengatakan tema ini selaras dengan visi bangsa. “Tema ini dipilih, karena kita ingin selalu menjadi negara yang bersatu, Bhinneka Tunggal Ika ini adalah dorongan kita, hasrat kita,” katanya, dalam pidato peluncuran kemarin. Tema ini juga dipilih karena mencerminkan semangat Bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam mengusung kesepahaman sebagai satu bangsa, menjembatani harapan satu sama lain, dan bergerak maju bersama dalam menyongsong kemajuan bangsa. Tema ini juga menjadi identitas utama dalam seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, yang kemeriahannya diharapkan dapat dirasakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia sebagai simbol semangat kebangsaan yang menyatukan, keyakinan akan masa depan yang lebih baik, serta rasa bangga menjadi Bangsa Indonesia. Sedang logo HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini berangkat dari semangat “Dimiliki Bersama, Dirayakan Bersama”, yang mengangkat kebanggaan kolektif sebagai energi penggerak bagi bangsa yang berdaulat, sejahtera, dan maju bersama, sebagai cerminan arah perjalanan Indonesia: dimulai dari kekuatan persatuan, diwujudkan dalam kesejahteraan rakyat, dan diarahkan menuju masa depan yang maju Pada Tahun 2024 kemarin, kita baru saja menyelesaikan pelaksanakan pesta demokrasi dengan Pemilu dan Pemilihan Kepada Daerah. Peringatan HUT ke-80 Rebuplik Indonesia ini, diharapkan menjadi momentum kita bersama untuk kembali bersama, bersatu sebagai rakyat dalam wadah NKRI. Semua tentu menyadari, saat Pemilu dan Pilkada kemarin, kita memiliki pandangan, keyakinan, dan pilihan berbeda-beda dalam mendukung calon Presiden/Wakil Presiden, Wakil Rakyat di DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten serta Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota. Kini saatnya, semua perbedaan saat Pemilu dan Pilkada kemarin, kita anggap selesai. Saatnya kita kembali songsong pemerintahan baru dengan pemimpin baru. Kita satukan tekat, untuk menyukseskan pemerintahan hasil proses demokrasi yang kita laksanakan setiap lima tahun sekali sesuai bunyi UUD 1945 pasal 22 E. Mari kita isi kemerdekaan Indonesia dengan apa yang kita bisa. Kita bantu pemerintahan dengan segenap akal, budi dan kemampuan yang kita miliki. Sulit memang terutama bagi yang kemarin kalah, namun jangan biarkan pikiran-pikiran kita untuk terus mengingat ‘kekalahan’ itu. Saatnya, kita iklaskan kekalahan itu, dan mulai dengan semangat baru untuk mendukung pemerintahan. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan Bangsa Indonesia yang mengajarkan kita untuk berbeda-beda, namun tetap satu ditengah perbedaan dalam keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa. Semboyan ini, menyatukan seluruh masyarakat Indonesia yang majemuk dalam satu kesatuan bangsa. Karena itu, mari kita saling menghargai, toleransi, dan gotong royong dalam segala perbedaan. Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bagian dari refleksi kita untuk terus melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa tersebut. Pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan peringatan ini sebagai ruang kolaborasi antara negara dan rakyat, tanpa mengurangi nilai-nilai sakral perjuangan kemerdekaan. Momen peringatan HUT ke-80 RI menjadi momen kita untuk mengisi kemerdekaan mulai dari lingkungan dimana kita berada dan dimana kita bekerja. Kemerdekaan harus dimanfaatkan untuk terus membangun bangsa, dengan meningkatkan kualitas sumber daya yang kita miliki untuk mengatasi berbagai tantangan bersama. Hari Kemerdekaan harus menjadi pemicu semangat nasionalisme dan kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia. (*)
Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan: Fondasi Demokrasi Inklusif *)Oleh : Siti Nurhayati, S. H. Anggota KPU Kabupaten Magelang Ketua Divisi Rendatin Salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang demokratis adalah tersedianya data pemilih yang akurat, mutakhir, dan inklusif. Untuk mencapai hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaksanakan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) secara rutin. Inisiatif ini tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi fondasi utama bagi legitimasi proses demokrasi di Indonesia. Pemutakhiran data pemilih adalah proses memperbarui dan memverifikasi informasi mengenai siapa saja yang berhak memilih dalam Pemilu dan Pemilihan. Data ini mencakup nama, alamat, status kewarganegaraan, usia, serta kondisi lainnya yang relevan. Tanpa pembaruan yang berkelanjutan, data pemilih akan cepat menjadi usang terutama dengan adanya dinamika seperti kematian, perpindahan domisili, atau perubahan status hukum warga negara. Keakuratan data pemilih sangat menentukan: Keadilan dalam Pemilu, karena hanya mereka yang berhak yang dapat memberikan suara. Efisiensi logistik Pemilu, seperti distribusi surat suara dan penempatan TPS. Tingkat partisipasi, karena data yang valid memudahkan pemilih untuk menggunakan hak pilihnya. Prinsip Inklusif dalam Pemutakhiran Data Pemilu yang adil harus memberikan ruang partisipasi bagi seluruh warga negara, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, penduduk di wilayah terpencil, dan kelompok minoritas. Pemutakhiran data pemilih yang berkelanjutan memastikan bahwa kelompok-kelompok ini tidak terpinggirkan dalam proses demokrasi. Hal ini juga mendorong transparansi dan keterlibatan publik dalam penyusunan daftar pemilih. Kolaborasi dan Peran Masyarakat PDPB bukan hanya tanggung jawab KPU, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dari berbagai pihak, seperti: Pemerintah daerah, turut serta mensosialisasikan PDPB dan mengkonfirmasi data kependudukan yang belum lengkap. Lembaga pencatatan sipil, yang menyuplai data kematian dan perpindahan warga. Masyarakat, yang secara aktif melaporkan perubahan status kependudukan atau memastikan datanya tercatat dengan benar. Partisipasi publik ini juga menjadi indikator meningkatnya kesadaran berdemokrasi di kalangan warga negara. Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu pada Pasal 14, Pasal 17, dan Pasal 20, serta Pasal 201 ayat (8). Lebih spesifik, Pasal 20 huruf l, Pasal 201 ayat (8), Pasal 202 ayat (1), dan Pasal 204 ayat (1) juga mengatur tentang hal ini. Pasal 14, 17, dan 20 secara umum mengatur tentang kewenangan KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota dalam melakukan pemutakhiran dan pemeliharaan data pemilih berkelanjutan. Sementara dalam Pasal 201 ayat (8) disebutkan bahwa pemerintah memberikan data kependudukan yang dikonsolidasikan setiap 6 bulan kepada KPU sebagai bahan tambahan dalam pemutakhiran data pemilih. PDPB lebih detail diatur dalam Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2025. Proses PDPB dilakukan setiap bulan oleh KPU Kabupaten/Kota dengan berkoordinasi bersama instansi terkait seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pemerintah Daerah, Bawaslu, TNI/POLRI dan Partai politik peserta Pemilu. KPU Kabupaten/Kota melakukan rekapitulasi PDPB yang dilakukan dalam rapat pleno terbuka paling singkat setiap 3 (tiga) bulan sekali. Tantangan dan Harapan ke Depan Meski begitu, pelaksanaan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan tidak lepas dari tantangan. Beberapa di antaranya adalah: Antusias dan partisipasi dari Pemilih atau masyarakat yang harus ditingkatkan. Kurangnya sosialisasi ke masyarakat, terutama di daerah terpencil. Hambatan teknologi dan keterbatasan SDM dalam pengelolaan data. Namun, dengan komitmen berkelanjutan, penggunaan teknologi informasi yang semakin canggih, dan penguatan sinergi antar lembaga, pemutakhiran data pemilih dapat menjadi sistem yang andal untuk mendukung Pemilu yang lebih baik. Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan adalah lebih dari sekadar aktivitas administratif. PDPB merupakan bentuk komitmen negara untuk menjamin hak pilih setiap warga negara. Dengan data pemilih yang akurat dan inklusif, demokrasi Indonesia akan tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan lebih representatif. Mari bersama mendukung proses ini demi masa depan demokrasi yang lebih cerah.*)