Hasil Rapim KPU se-Jateng : Hadapi Tantangan Baru, KPU Harus Cepat Adaptasi
KOTA MUNGKID_KPU saat ini menghadapi tantangan baru, karena itu harus cepat menyesuaikan dan beradaptasi terlebih dalam situasi efisiensi anggaran. Hal ini dikatakan Ketua KPU Jawa Tengah Handi Tri Ujiono, saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) bersama seluruh Satuan Kerja KPU Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, Selasa (2/6/2026) yang digelar secara daring menggunakan zoom meeting.
“Rapim ini merupakan tindak lanjut dari Rapim KPU RI bersama KIP/KPU Provinsi se-Indonesia di Surabaya beberapa waktu lalu. Jadi meski semangatnya efisiensi, tapi kita tetap harus mempunyai target-target capaian yang ditetapkan,” kata Handi.
Seluruh anggota KPU Provinsi Jawa Tengah memberikan materi dalam Rapim kali ini. Diawali Ketua Divisi Perencanaan dan Logistik, Basmar Perianto Amron. Basmar mengatakan salah satu hasil rapim adalah kegiatan luring sedapat mungkin diminimalkan. Kegiatan yang berhubungan dengan persiapan Pemilu dan Pilkada kedepan, diprioritaskan pada program nasional. Diantaranya tentang sosialisasi dan pemeliharaan data pemilih berkelanjutan.
“Saat ini KPU RI sudah menyusun Road Map logistik untuk penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada kedepan. Ini bagian dari penyusunan peta jalan logistik dengan eksternal dan internal, peta jalan tentang pengelolaan logistik dan tentang pengembangan SILOG kedepan. Harapannya, di SiLOG itu semua informasi ada,” jelasnya.
Kadiv Rendatin, Paulus Widiantoro menambahkan, Road Map Divisi Rendatin terkait digitalisasi pemilu ada 3, meliputi pemutakhiran dan penyusunan data pemilih berkelanjutan, integrasi data dan sistem informasi serta implementasi data. Tujuannya adalah supaya ada akurasi data, penyelesaian data-data ganda, data invalid dan tidak padam serta data luar negeri. Hal yang lain terkait menjaga keamanan data pemilih, agar tidak bocor keluar sehingga digunakan pihak lain,” imbuhnya.
Sedang Kadiv Teknis dan Penyelenggaraan, Muhammad Machruz menambahkan, rencana kegiatan divisi teknis, diantaranya pendalaman substansi materi teknis kepemiluan dan kajian-kajian teknis penyelenggaraan, selain kegiatan rutin, seperti fasilitasi PAW anggota DPRD, pemutakhiran data parpol berkelanjutan.
“Strategi kebijakan pelaksanaan kegiatan pasca penajaman anggaran. Mendorong adanya kolaborasi dan kerjasama antar stakeholder KPU dengan pihak terkait di daerah, seperti dengan pemda, perguruan tinggi, agar kegiatan yang bersifat kajian dapat berjalan dengan skema anggaran bersama. Tolak ukur keberhasilan, peningkatan sinkronisasi data partai politik serta peningkatan kepercayaan publik terhadap parpol,” lanjutnya.
Kadiv Sosdiklih Parmas, Akmaliyah menambahkan, optimalisasi pendidikan pemilih dan parmas melalui amplifikasi produk pengetahuan KPU dan penguatan kerjasama multi pihak kampus, sekolah, kelompok sipil dan ekosistem keterbukaan. Hal yang bisa dilakukan, diantaranya membuat “Content Repurposing” yakni mengolah atau daur ulang hasil riset, infografis, dan data hasil pemilu menjadi konten medsos yang ringan dan mudah dicerna. Kemudian, optimalisasi kanal organik dengan memaksimalkan kanal digital tanpa bergantung pada iklan berbayar, fokus pada kualitas narasi dan nilai edukasi.
“Terakhir adalah dengan (Internet key opinion leader/(KOLs), menjadikan komisioner atau staf KPU sebagai model penyampaian edukasi. Dalam forum ini, kami tegaskan bahwa kita harus adaptif dengan istilah Low Cost - High Impact : efisiensi bukan jadi hambatan untuk berinovasi. Ini adalah momentum bagi KPU mulai membangun ekosistem,” tegasnya.
Sementara Kadiv Hukum, Muslim Aisha mengatakan, kebutuhan program kedepan adalah tuntutan produktifitas dan peningkatan substansi JDIH. “Kami minta seluruh satker untuk meningkatkan konsistensi pelaporan kartu kendali, meningkatkan kapasitas SDM yang berkaitan dengan kemampuan teknis hukum dan peradilan. Terkahir harus memiliki SOP yang mencegah dan menangani serta menyelesaikan masalah-masalah hukum,” tandasnya.
Terakhir Kadiv SDM KPU Jawa Tengah, Mey Nurlela mengatakan, KPU RI menciptakan LMS (Learning Manajemen System), yang akan segera dilaunching. Tujuannya untuk peningkatan kapasitas SDM.
“Tetap bertanggungjawab pada tugas dan wewenang serta kewajiban, tetap menjalankan program kerja dengan perubahan metode pelaksanaan, melaksanakan pembinaan di lingkungan kerja yang efektif dn efisien, dan dapat berkontribusi dengan karya tulis. Terkait hal terakhir, dalam waktu dekat akan dilakukan pelatihan menulis karya tulis untuk seluruh satker diwilayah ini. Mimpi kami, kedepan kita memiliki e-book hasil tulisan kita,” pungkasnya. (***/RED)