Tak hanya Jadi Pemilih, Mahasiswa IAI SW Diajak Jadi Garda Depan Penjaga Hak Pilih
KOTA MUNGKID_Mahasiswa tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga dapat mengambil peran menjadi garda depan penjaga hak pilih untuk memastikan hak pilih orang-orang di sekitarnya tetap terjaga. Hal itu dilontarkan Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi Siti Nurhayati kepada mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Syubbanul Waton, dalam Kelas Data Pemilih di aula kampus IAI Syubbanul Waton Tempuran Magelang, Kamis( 27/8/2026). Kegiatan yang diikuti 50 mahasiswa, itu juga menghadirkan Ketua KPU Kabupaten Magelang Ahmad Rofik sebagai narasumber.
Siti Nurhayati mengajak mahasiswa melihat data pemilih bukan sekadar urusan administrasi. Di balik setiap nama terdapat hak konstitusional warga negara yang harus dijaga. Ia menyebut sedikitnya empat peran yang dapat dilakukan mahasiswa yakni edukasi, dengan menyebarkan informasi mengenai pentingnya memperbarui data pemilih; advokasi, dengan membantu teman dan keluarga memastikan hak pilihnya tercatat; menjadi Relawan PDPB yang terlibat dalam pemutakhiran data; serta menjalankan kontrol sosial untuk ikut mengawasi transparansi data pemilih.
Ketua KPU Kabupaten Magelang Ahmad Rofik mengatakan mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menjadi penghubung informasi kepemiluan kepada masyarakat. Menurut dia, mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui kapan pemilu berlangsung dan bagaimana cara mencoblos. Mereka juga perlu memahami bagaimana memastikan hak pilih tetap terlindungi sejak proses pendataan. “Mahasiswa punya ruang yang luas untuk menjadi penggerak. Mereka bisa menyampaikan informasi yang benar kepada keluarga, teman, maupun lingkungan tempat tinggalnya,” lontar Ahmad Rofik.
Dalam kelas data pemilih itu, mahasiswa tak hanya dibiarkan menyimak materi, mereka juga diajak diskusi, yang berlangsung cukup dinamis. Mereka aktif menanyakan berbagai persoalan terkait data pemilih, pemutakhiran data, dan perubahan data kependudukan. Antusias peserta setidaknya menunjukkan isu data pemilih tidak lagi berhenti sebagai urusan teknis penyelenggara pemilu, tetapi mulai dipahami sebagai bagian dari hak warga negara.
Akhir sesi, peserta kelas data pemilih diajak melakukan pengecekan status data pemilih secara langsung melalui laman cekdptonline.kpu.go.id. Dari layar telepon genggam masing-masing, mahasiswa dapat memastikan apakah dirinya telah tercatat sebagai pemilih.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAI Syubbanul Waton Magelang Ahmad Saepudin, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam membangun kesadaran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat. “Mahasiswa perlu memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat. Kegiatan seperti ini memberikan pengetahuan sekaligus mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan demokrasi,” ujar Ahmad Saepudin.
Wildan, mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah salah satu peserta kegiatan, mengatakan Kelas Data Pemilih mengubah cara pandangnya terhadap pemilu. “Selama ini saya lebih memahami pemilu dari sisi memilih. Setelah mengikuti kelas ini, saya tahu bahwa memastikan data kita tercatat dengan benar juga merupakan bagian dari menjaga hak pilih,” ujarnya.(***/RED)