KPU Magelang dan Kemenag Tandatangani Perjanjian Kerjasama
KOTA MUNGKID_KPU Kabupaten Magelang dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang, Rabu (4/3/2026) melaksanakan penandatanganan naskah Perjanjian Kerjasama (PKS) Program Pendidikan Pemilih Pemula Berkelanjutan dan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung sekali program ini. Bagaimana pun, pendidikan politik khususnya kepada pemilih pemula, menjadi tanggung jawab kita bersama. Sekali lagi terima kasih, kami sudah diajak KPU untuk melakukan kegiatan yang baik ini,”sambut Kepala Kemenag Kabupaten Magelang, Hanif Hanani seusai menandatangani PKS.
Ditegaskannya, pihaknya yakin jika pendidikan politik bagi pemilih pemula terus digencarkan, akan meningkatkan motivasi dan angka partisipasi pemilih di Pemilu dan Pilkada mendatang. “Dengan KPU hadir di sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah yang kami miliki, ini bagus agar anak-anak termotivasi dan aware (peduli-red) terhadap Pemilu. Sehingga diharapkan kedepan, kualitas dan angka partisipasi pemilih pada Pemilu di Kabupaten Magelang ini akan lebih meningkat,” harapnya.
Ketua KPU Kabupaten Magelang, Ahmad Rofik didampingi Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Yohanes Bagyo Harsono dan Ketua Divisi Perencanaan dan Data Pemilih, Siti Nurhayati serta Sekretaris KPU Ira Wahyu Catur K mengatakan, selain dengan Kemenag, saat ini KPU juga tengah menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak, diantaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah VIII, PCNU, dan PDM.“Saat ini kami masih terus komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder lainnya. Semoga setelah dengan Kemenag ini, akan diikuti PKS-PKS yang lain,” harapnya.
Menurut Rofik, untuk lebih meningkatkan kualitas Pemilu dan Pilkada kedepan, pihaknya akan menggandeng beberapa lembaga. “Untuk meningkatkan kualitas pemilu ditandai dengan meningkatnya angka partisipasi pemilih, data pemilih yang akurat, minim persoalan hukum, kondusifitas daerah terjaga, terpilihnya pemimpin yang amanah dan minim politik uang, dibutuhkan peran semua pihak. Tidak bisa hanya diserahkan pada KPU dan penyelenggara saja. Karena itu, kami akan terus mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pemilu kedepan,” pungkasnya. (***/RED)