Berita Terkini

Lewat Kelas Data Pemilih,KPU Magelang Ajak Mahasiswa Kawal Hak Pilih

KOTA MUNGKID_Anggota KPU Kabupaten Magelang sekaligus Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Rendatin), Siti Nurhayati, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai pengawal hak pilih dalam menjaga kualitas data pemilih.Oleh karena itu,  pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya data pemilih sebagai basis perlindungan hak pilih warga negara perlu ditumbuhkan.

“Mahasiswa adalah kelompok terdidik yang memiliki posisi strategis di masyarakat. Dengan pemahaman data pemilih yang baik, mereka dapat menjadi agen literasi sekaligus pengawal hak pilih warga agar tidak ada yang terlewat dalam proses demokrasi,” ujarnya didepan para mahasiswa magang dari Fisip Untidar Magelang dalam kegiatan Kelas Data Pemilih, Rabu (14/1/2026), di Ruang Pelayanan KPU Kabupaten Magelang.

Melalui Kelas Data Pemilih yang dimulai dari mahasiswa magang Untidar ini, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis kepemiluan, tetapi juga mampu menjadi perpanjangan tangan KPU dalam menyebarluaskan literasi data pemilih di lingkungan kampus dan masyarakat.

Lebih lanjut, Siti Nurhayati juga menyampaikan berbagai program Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang telah dijalankan KPU Kabupaten Magelang sepanjang tahun 2025, mulai dari penguatan sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder, layanan Helpdesk PDPB, PDPB On The Spot, kanal Lapor PDPB, Kelas Data Pemilih, sosialisasi PDPB dan PKPU Nomor 1 Tahun 2025, Pengukuhan Relawan PDPB hingga pelaksanaan coklit terbatas (coktas).

Ia juga memaparkan capaian PDPB dari Triwulan II hingga Triwulan IV yang menunjukkan peningkatan kualitas dan ketepatan data pemilih di Kabupaten Magelang. “Capaian ini adalah hasil kerja kolektif KPU bersama masyarakat dan para mitra. Data pemilih yang mutakhir menjadi fondasi penting bagi pemilu yang berintegritas,” katanya.

Salah satu mahasiswa magang Universitas Tidar, Widya Ajeng Prahesti, mengaku kegiatan Kelas Data Pemilih memberikan pengalaman dan pemahaman baru baginya. “Melalui kelas ini kami jadi lebih memahami bagaimana proses pemutakhiran data pemilih dilakukan dan mengapa hal itu sangat penting untuk melindungi hak pilih masyarakat. Ini menjadi bekal berharga bagi kami sebagai mahasiswa,” ujarnya.(***/RED)

.

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 151 kali