Berita Terkini

Pastikan Data Pemilih Akurat -Terbaru, KPU Magelang Libatkan Perangkat Desa dan Relawan Bencana

KOTA MUNGKID_KPU Kabupaten Magelang melalui kegiatan sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) bertema “Gerakan Sadar Data Pemilih: Wujudkan Terjaminnya Hak Pilih”, terus berupaya memastikan data pemilih akurat dan terbaru, dengan melibatkan unsur masyarakat seperti perangkat desa dan relawan kebencanaan. Kegiatan sosialisasi PDPB memanfaatkan forum Rapat Koordinasi Lembaga Penanggulangan Bencana Tingkat Desa (LPBD) Kecamatan Tempuran yang diikuti  seluruh sekretaris desa (sekdes)  dan relawan bencana se-Kecamatan Tempuran, Kamis (26/2/2026), di Aula Kantor Kecamatan Tempuran ini  diharapkan dapat menumbuhan gerakan kolektif “Sadar Data Pemilih”, tidak hanya sebatas slogan semata. Anggota KPU Kabupaten Magelang selaku Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Siti Nurhayati, saat menyampaikan materi dalam forum tersebut menegaskan, akurasi data pemilih merupakan fondasi utama dalam menjamin hak konstitusional warga negara. “Melalui Gerakan Sadar Data Pemilih, kami mengajak pemerintah desa dan relawan bencana untuk aktif melaporkan setiap perubahan data warga, baik karena pindah domisili, meninggal dunia, pemilih pemula, maupun kondisi terdampak bencana. Kolaborasi ini penting agar data pemilih selalu mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya. Ia menambahkan dalam situasi kebencanaan, sering terjadi perubahan status dan keberadaan warga yang harus segera diidentifikasi agar tidak menimbulkan ketidaksesuaian data kependudukan. Oleh karena itu, sinergi KPU, pemerintah desa, dan LPBD menjadi langkah nyata dalam menjaga kualitas data pemilih. Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tempuran, Ilkhanudin, mengapresiasi inisiatif KPU Kabupaten Magelang dalam memanfaatkan forum rapat koordinasi LPBD sebagai medium edukasi dan penguatan peran desa dalam mendukung program kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). “Kami menyambut baik sosialisasi ini. Dengan melibatkan sekretaris desa dan relawan bencana, informasi perubahan data kependudukan bisa lebih cepat terdeteksi dan dilaporkan. Ini menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung tersusunnya data pemilih yang akurat dan terbaru,” ungkap Ilkhanudin.(***/RED)      

Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini Ragukan Pemilu-Pilkada Zero Sengketa

KOTA MUNGKID_ Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang juga Pengajar Bidang Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI)Titi Anggraini, menyampaikan keraguannya akan pemilu dan pilkada zero sengketa, karena berdasarkan penelitian dan kajian beberapa pihak, peserta pemilu atau pilkada ketika mengajukan sengketa hasil pemilu atau pilkada dipastikan memiliki motif tertentu. Menurut Titi, motif tertentu itu diantaranya, pertama untuk menjaga reputasi peserta yang kalah. Kedua, sebagai alat negosiasi agar pemenang tidak meninggalkan pihak yang kalah. “Motif yang ketiga adalah untuk menguras energi pemenang, dan terakhir adalah untuk membuat lawan tidak tenang dalam memimpin pemerintahan,” lontar Titi saat menjadi narasumber kajian daring rutin “Kamis Sesuatu” episode ke-41 yang digelar KPU Provinsi Jawa Tengah, Kamis (26/2/20226), dengan tema “Menuju Zero Sengketa: Menyelenggarakan Pilkada yang Memuaskan Semua Pihak, Belajar dari Putusan MK di Pilkada 2024”.  Disampaikanya, jika hampir 1 dari 5 pemilu atau sekitar 19,5 persen, digugat ke pengadilan periode 2020 – 2024. Sengketa terbanyak ada di Afrika, dimana hanya 28,6 persen Pemilu di Afrika yang sama sekali tidak disengketakan. "Pemilu yang disengketakan umumnya di negara dengan kinerja menengah dalam kredibilitas pemilu dan independensi peradilannya rendah. Di negara berkinerja rendah, orang cenderung tidak menggugat, tapi justru akan memboikot hasil pemilu,” ungkapnya. Semakin kredibel pemilu dan independensi peradilannya, semakin tidak ada gugatan atau sengketa. “Menurut data, ada 11,3 persen pemboikotan hasil pemilu, dan ada penolakan hasil secara terbuka sekitar 19,5 persen. Kekerasan pasca pemilu juga menjadi salah satu manifestasi sengketa, seperti di AS tahun 2020 dan di Sierra Leone, tahun 2023. Jadi apakah sengketa dipicu oleh sengit dan besarnya pertarungan? Secara umum tidak. Namun akibat tidak independensi dan profesionalnya penyelenggara dan lembaga peradilannya,” tegas Titi. Sedang apa saja yang sering digugat? Dijelaskannya, ada tiga hal, yakni tentang proses pemungutan dan penghitungan suara, pelanggaran dana kampanye serta media sosial yang meragukan hasil pemilu. “Jadi apakah bisa zero sengketa. Yang terpenting, kita tetap berusaha. Bagi penyelengaranya, jadilah yang profesional dan independen. Demikian juga dengan lembaga peradilannya, juga harus kredibel,” pungkasnya. Kegiatan yang diikuti 35 satuan kerja  KPU kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk KPU Kabupaten Magelang melalui zoom meeting ini juga menghadirkan narasumber lain anggota Komisi II DPR RI Ahmad Irawan. “Saya sependapat dengan mbak titi. Namun yang terpenting saat ini, kita sebagai bagian dari masyarakat, harus terus membicarakan tentang regulasi pemilu yang saat ini akan dibahas oleh DPR RI. Ini penting agar sebelum enam bulan masuk tahapan pemilu, undang-undangnya sudah ditetapkan dan harapan kita bersama, isinya akan jauh lebih baik dari sebelumnya,” tandas legislator  dari Partai Golkar ini. Sebelumnya, Ketua KPU Jawa Tengah Handi Tri Ujiono saat menyampaikan sambutan pembuka, mengapresiasi kegiatan Kamis Sesuatu yang sudah memasuki episode ke-41 ini, dan dalam beberapa kesempatan menghadirkan narasumber skala nasional yang ilmu pengetahuan dan wawasannya sangat bagus, untuk menambah pengetahuan dan wawasan  penyelenggara. “Jadi kami minta teman-teman anggota KPU kabupaten/Kota dan seluruh peserta Kamis Sesuatu hari ini, memanfaatkan betul ruang ini untuk berdiskusi,” harapnya. (***/RED)

Perkuat Kesiapan Data Pemilih, KPU Magelang Ikuti Rapat Persiapan PDPB 2026

KOTA MUNGKID_ Dalam rangka memperkuat kesiapan data pemilih,  KPU Kabupaten Magelang mengikuti secara daring Rapat Persiapan Pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia dengan peserta  KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota se-Indonesia melalui zoom meeting, Selasa (24/2/2026), di ruang VIP KPU Kabupaten Magelang. Ketua Divisi Data dan Informasi KPU RI, Betty Epsilon Idroos, dalam rapat itu memaparkan sejumlah persiapan yang harus dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota maupun KPU Provinsi dalam pelaksanaan PDPB Tahun 2026. Persiapan tersebut meliputi penguatan koordinasi internal, kesiapan sumber daya manusia, serta optimalisasi pemanfaatan aplikasi SiDalih. Betty menegaskan pentingnya konsistensi dan kualitas dalam pelaksanaan PDPB. “PDPB bukan hanya rutinitas administratif, tetapi bagian dari komitmen kita menjaga kualitas daftar pemilih secara berkelanjutan. KPU Kabupaten/Kota dan KPU Provinsi harus memastikan proses rekapitulasi berjalan tepat waktu, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya. Betty mengapresiasi KPU Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan kegiatan PDPB pada Tahun 2025 sebagai wujud komitmen menjaga kemutakhiran data pemilih.Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk selalu menjaga keamanan data dan perlindungan data pribadi dalam setiap tahapan pengelolaan data pemilih. Dalam rapat tersebut turut disampaikan jadwal Rekapitulasi PDPB Tahun 2026, yakni rekapitulasi Triwulan I hingga Triwulan IV untuk KPU kabupaten/kota, serta Semester I dan Semester II untuk KPU Provinsi. Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) KPU RI Mashur Sampurna Jaya dalam sambutan pembukaan menyampaikan,  Pusdatin telah mengusulkan kegiatan PDPB Tahun 2026 melalui Biro Perencanaan KPU RI sebagai bagian dari proses perencanaan program dan penganggaran, guna memastikan dukungan sistem dan kesiapan infrastruktur dalam pelaksanaan pemutakhiran data pemilih. Terpisah seusai mengikuti rapat,  Ketua Divisi Rendatin KPU Kabupaten Magelang, Siti Nurhayati, menyampaikan kesiapan KPU Kabupaten Magelang dalam menindaklanjuti seluruh instruksi dan jadwal yang telah ditetapkan. “KPU Kabupaten Magelang berkomitmen melaksanakan PDPB Tahun 2026 secara profesional dan sesuai timeline yang telah ditetapkan. Kami juga akan terus memperkuat koordinasi internal serta memastikan pengelolaan data dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan perlindungan data pribadi,” ungkapnya.(***/RED)  

KPU Magelang Terima 686 Laporan Perubahan Data Pemilih Melalui Kanal PDPB Online

KOTA MUNGKID_ KPU Kabupaten Magelang melalui kanal Layanan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Online, hingga Senin tanggal 23 Februari 2026, telah menerima 686 laporan perubahan data pemilih. Secara rinci, tercatat ada  165 pemilih baru berusia 17 tahun, 126 pemilih pindah domisili, 381 laporan anggota keluarga meninggal dunia, serta 14 pemilih melaporkan perubahan identitas. Laporan tersebut berasal dan tersebar di 21 kecamatan se-Kabupaten Magelang. Ketua KPU Kabupaten Magelang, Ahmad Rofik, menyampaikan capaian ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi antara KPU Kabupaten Magelang dengan Pemerintah Kabupaten Magelang. Dukungan berupa surat fasilitasi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang yang ditujukan kepada 21 kecamatan dan 372 desa/kelurahan se-Kabupaten Magelang untuk ikut aktif menyosialisasikan dan mendorong masyarakat memanfaatkan layanan PDPB Online “Partisipasi masyarakat dalam melaporkan perubahan data pemilih merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas demokrasi. Data yang mutakhir dan akurat tidak mungkin terwujud tanpa keterlibatan aktif warga. Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Magelang hingga tingkat desa yang turut menggerakkan partisipasi ini,” ujar Ahmad Rofik. Senada Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Magelang, Siti Nurhayati, turut menjelaskan bahwa laporan perubahan data pemilih ini terbanyak berasal dari kategori anggota keluarga meninggal dunia. “Sebanyak 381 laporan terkait pemilih meninggal dunia menunjukkan bahwa masyarakat semakin peduli terhadap validitas daftar pemilih. Selain itu, adanya 165 pemilih yang genap berusia 17 tahun juga menjadi indikator positif bahwa generasi muda mulai sadar akan hak pilihnya,” jelas Siti Nurhayati. Dari sebaran wilayah, Desa Menoreh Kecamatan Salaman dan Desa Adipuro Kecamatan Kaliangkrik tercatat sebagai desa dengan jumlah laporan perubahan data pemilih terbanyak hingga periode ini. Hal tersebut menunjukkan peran aktif pemerintah desa dalam meneruskan informasi dan mengedukasi masyarakat terkait layanan PDPB Online. KPU Kabupaten Magelang terus mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu tahapan pemilu atau pemilihan berlangsung untuk melaporkan perubahan data. Melalui layanan PDPB Online, masyarakat dapat melaporkan perubahan data kapan saja sebagai bagian dari upaya bersama menjaga daftar pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan.(***/RED)

Selama Ramadhan, KPU Magelang Gelar Penyuluhan dan Bimbingan Islam Bagi Pegawai KPU

KOTA MUNGKID_ Dalam rangka penguatan kelembagaan dan pengendalian internal selama bulan Ramadan tahun 1447 Hijriyah, KPU Kabupaten Magelang akan menggelar kegiatan penyuluhan dan bimbingan agama Islam setiap hari Jumat pagi, dengan narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Magelang. "Selain untuk penguatan kelembagaan, kegiatan ini juga untuk meningkatkan ibadah  selama bulan Ramadan,” lontar  Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Magelang, Anas Khoirudin, dalam rapat pleno rutin di Ruang Rapat KPU, Senin (23/2/2026). Rapat pleno ini dilaksanakan rutin setiap pekan, dengan tujuan mengevaluasi kegiatan pekan sebelumnya serta  membahas program kegiatan pekan yang akan datang. Dalam rapat pleno Senin (23/2/2026), juga dibahas beberapa program yang akan dilakukan. Beberapa program kerja diantaranya Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan terkait kelanjutan program podcast dan kerjasama dengan sejumlah pihak seperti Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Kemenag, Polresta, Kejari, Yayasan Pendidikan Van Lith, DPRD, Badan Kesbangpol, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Anak, PDM, PCNU, Kominfo, PWI serta  lembaga terkait lain. "Beberapa kerjasama ini terkait rencana pelaksanaan Pemiihan Ketua OSIS serentak, KPU Mengajar, KPU Goes To School," kata Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Yohanes Bagyo Harsono. Dalam forum yang sama, Sekretaris KPU Kabupaten Magelang, Ira Wahyu Catur  menyampaikan laporan perkembangan kegiatan rutin kesekretariatan seperti penataaan kearsipan dan pelaksanaan penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) Tahun 2026. "Dalam waktu dekat ini,  akan dilakukan perawatan PC dan Laptop. Terkait DIPA, kami masih menunggu informasi dari KPU RI. Sedang untuk RAB dana hibah dari Pemkab Magelang, kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Badan Kesbangpol. Pada prinsipnya sudah selesai dan  tinggal menindaklanjuti dengan Bagian Kesra Setda," pungkasnya. (***/RED)

KPU Magelang Turut Berpartisipasi Dalam Bukber Bersama Forkopimda

KOTA Mungkid – Selama Ramadan 1447 Hijriyah, KPU Kabupaten Magelang turut berpartisipasi mengikuti kegiatan Buka Puasa dan Silaturahmi bersama Forkompimda keliling 21 masjid yang tersebar di 21 kecamatan.Program kegiatan ini merupakan program rutin  Pemkab Magelang setiap Bulan Ramadan. Selain sebagai bentuk silaturahmi ditengah-tengah menjalankan ibadah puasa, kegiatan ini juga digunakan jajaran Forkopimda untuk menyerap aspirasi akar rumput “Melalui forum ini, selain bersilaturahmi secara langsung dengan masyarakat, kami juga ingin menyampaikan progres capaian pembangunan yang sudah kami laksanakan. Kami juga ingin belanja masalah langsung dari masyarakat,” kata Bupati Magelang, Grengseng Pamuji. “Silaturahmi ini adalah ruang tanpa sekat. Kami hadir untuk mendengar sekaligus melaporkan amanah yang telah diberikan masyarakat melalui berbagai program pembangunan,” jelasnya saat hadir di Masjid Baiturrohman, Desa Kalijoso, Kecamatan Secang, Jumat petang  (20/2/2026). Dijelaskannya, pada tahun pertama kepemimpinannya 20 Februari 2025 hingga Februari 2026, Pemerintah Kabupaten Magelang telah menjalankan berbagai terobosan pembangunan dalam kerangka visi Magelang ANYARGRESS (Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera) melalui program Sapta Cipta. Sejumlah capaian prestasi antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan fasilitas kesehatan, pemberian insentif bagi guru mengaji dan pemuka agama, program beasiswa pemuda berprestasi, pembagian seragam gratis, serta layanan Angkutan Pelajar Aman gratis.(***/RED)