Berita Terkini

Lahir Cipta Arsip, Meninggal Tinggalkan Arsip

KOTA MUNGKID_ Saat manusia dilahirkan, sudah ciptakan arsip berupa akte kelahiran. Demikian pula saat manusia meninggal, ia akan meninggalkan arsip yakni akte kematian. Jadi manusia saat hidup akan selalu membuat dan menciptakan arsip. “Itulah kehidupan. Dimanapun kita berada, akan selalu membuat arsip. Demikian pula kita saat ini. Saat kita bekerja di KPU, maka kita juga akan selalu membuat arsip itu,” kata Tatit Dwiwiarti S, Kasubbag Persuratan dan Arsip Sekretariat Jenderal KPU RI, saat menjadi nara sumber kajian kepemiluan daring “Ngopi Asli” -Ngobrol Pinter Arsip dan Logistik KPU Provinsi Jawa Tengah yang diikuti 35 satuan kerja KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah termasuk  KPU Kabupaten Magelang, Selasa (31/3/2026), melalui zoom meeting. Dikatakan Tatit, pengelolaan arsip di lingkungan KPU, dasar hukumnya diantaranya UU No 43 Tahun 2009, UU No 7 Tahun 2017, PP No 28 Tahun 2012 dan PKPU No 17 Tahun 2023, serta Keputusan Sekjen KPU No 1717 Tahun 2023. Arsip terdiri dari dua jenis, yakni arsip aktif dan inaktif. “Untuk arsip aktif, adalah arsip yang frekuensi penggunaannya masih tinggi. Terdiri dari daftar berkas dan daftar isi berkas. Sedang arsip inaktif, adalah arsip yang frekuensi penggunaannya sudah menurun,” jelasnya. Penyusutan arsip ada dua hal yang harus diperhatikan, yakni pemusnahan dan penyerahan arsip. "Saat pemindahan arsip dari aktif ke inaktif, harus ada berita acaranya. Ini penting agar keberadaan arsip tercatat jelas sehingga saat dibutuhkan kembali, bisa dilacak keberadaannya," lanjutnya. Sedang syarat pemusnahan arsip, harus memperhatikan beberapa hal, meliputi, pembentukan SK PPA (panitia penyerahan arsip), penyeleksian arsip sesuai PKPU No 17 Tahun 2023, pembuatan daftar arsip usul musnah, penetapan arsip yang akan dimusnahkan, setelah mendapat persetujuan ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia) dan berita acara pemusnahan arsip. Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono saat membuka secara resmi "Ngopi Asli" mengatakan, jika arsip adalah nyawa sebuah lembaga. Karena itu harus dijaga dengan baik. “Karena nyawa sebuah lembaga, maka saya berharap, hari ini kita bisa belajar bersama dan berdiskusi dengan baik serta memanfaatkan momen ini untuk menambah wawasan kita tentang arsip,” harapnya. Senada Basmar Perianto Amron, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Divisi Logistik dan Perencanaan mengatakan, arsip adalah dokumentasi dan cerita-cerita serta kenangan-kenangan sebuah lembaga. “Kalau semua terdokumentasi dengan baik, maka kita dengan mudah memilah dan memilih mana dokumentasi yang harus disimpan, dan mana yang dimusnahkan. Jadi mengelola dan memelihara arsip itu sangat penting,” lontarnya. (***/RED)

Donorojo Lokus Coktas Serentak KPU Magelang Tahun 2026

KOTA MUNGKID_KPU Kabupaten Magelang melaksanakan kegiatan Coklit Terbatas Serentak (Coktas) Tahun 2026 dengan lokus  Desa Donorojo, Kecamatan Mertoyudan, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini menyasar pemilih disabilitas; pemilih yang mengalami perubahan elemen data kependudukan; pemilih potensial baru; serta pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Pelaksanaan coklit dilakukan Tim Coktas KPU Kabupaten Magelang didampingi Sekretaris Desa Donorojo dan kepala dusun yang wilayahnya menjadi sasaran coktas KPU. Turut hadir Tim Bawaslu Kabupaten Magelang dipimpin anggota Bawaslu Sumarni Aini Chabibah. Hasil pencocokan dan penelitian (Coktas) di lapangan, ditemukan beberapa pemilih yang mengalami perubahan elemen data, di antaranya perbedaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) antara KTP-el dan Kartu Keluarga (KK). Selain itu, tim coktas menemukan pemilih pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat seperti telah meninggal dunia maupun pindah domisili keluar kabupaten Magelang, sehingga perlu dilakukan penyesuaian data dalam sistem pemutakhiran data pemilih Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Magelang, Siti Nurhayati, menyampaikan kegiatan Coktas merupakan bagian dari upaya menjaga akurasi dan kemutakhiran data pemilih. “Melalui Coktas ini kami memastikan secara langsung kondisi pemilih di lapangan, khususnya bagi pemilih yang mengalami perubahan elemen data, pemilih disabilitas, pemilih potensial baru, maupun pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat,” ujarnya. Sekretaris Desa Donorojo Rifal, mengungkapkan pemerintah desa siap membantu tim KPU dalam memberikan informasi yang diperlukan terkait kondisi warga di wilayahnya. “Kami mendampingi tim KPU bersama kepala dusun agar proses pencocokan data dapat berjalan lancar dan sesuai kondisi riil di masyarakat,” ungkapnya. Senada anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menyampaikan pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemutakhiran data pemilih berjalan sesuai ketentuan. “Kami ingin memastikan proses Coktas dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sehingga hasil pemutakhiran data benar-benar mencerminkan kondisi pemilih yang sebenarnya di lapangan,” simpulnya.(***/RED)

Temui Pemdes Donorojo, Tim Coktas KPU Magelang Koordinasi Persiapan Coktas

KOTA MUNGKID – Tim Coklit Terbatas Serentak (Coktas) KPU Kabupaten Magelang dipimpin Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Siti Nurhayati melakukan kunjungan koordinasi dengan Pemerintah Desa Donorojo, Kecamatan Mertoyudan, Selasa (10/3/2026), di kantor desa setempat dalam rangka persiapan pelaksanaan Coktas pertama kalinya di tahun 2026. Tim Coktas KPU diterima langsung Irtafingah Kasi Pelayanan Desa Donorojo. Siti Nurhayati pada kunjungan itu  menyampaikan, koordinasi dengan pemerintah desa menjadi langkah penting untuk memastikan proses pemutakhiran data pemilih berjalan optimal. Ia menjelaskan sasaran Coktas kali ini adalah pemilih yang mengalami perubahan elemen data, pemilih disabilitas, pemilih yang berpotensi menjadi pemilih baru, serta pemilih yang berstatus tidak memenuhi syarat (TMS). “Melalui koordinasi ini kami berharap pemerintah desa dapat mendukung pelaksanaan Coktas, sehingga data pemilih di Desa Donorojo semakin akurat dan hak pilih masyarakat tetap terjamin,” ujarnya. Irtafingah mewakili kepala desa Donorojo menyambut baik koordinasi yang dilakukan KPU Kabupaten Magelang. Ia yang juga pernah bertugas sebagai  anggota PPS membidangi kerja pemutakhiran data pemilih Pemilu dan Pemilihan 2024 ini, mengatakan pemerintah desa Donorojo siap  membantu kelancaran Coktas. “Kami siap mendukung pelaksanaan Coktas di Desa Donorojo, karena pemutakhiran data pemilih sangat penting agar masyarakat yang memenuhi syarat dapat terdata dengan baik,” ungkapnya. (***/RED)

Kadiv Parmas KPU Magelang Bedah Buku Pemilu itu Asyik di Podcast KPU RI

KOTA MUNGKID – Ketua Divisi Sosialisasi Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Magelang, Yohanes Bagyo Harsono mengulas dan bedah buku “Pemilu itu Asyik”  terbitan KPU Kabupaten Magelang saat menjadi salah satu narasumber Podcast KPU RI bertema “Anotasi Menelisik Demokrasi Tingkat Lokal”, Senin (9/3/2026), melalui zoom meeting. Nona Evita Host Podcast KPU RI mengapresiasi salah satu buku karya KPU Kabupaten Magelang berjudul berjudul Pemilu itu Asyik, sebuah kumpulan cerita-cerita Pemilu 2024. “Membaca judul bukunya saja, saya menjadi penasaran. Karena selama ini, pemilu itu identik dengan capek, kerja keras, penuh drama, emosi dan sebagainya. Hampir tidak ada asyiknya. Namun kenapa KPU Kabupaten Magelang menulis buku ini? Yang asyik dimana?,” tanyanya. Disampaikan Bagyo, latar belakang pembuatan buku ini, adalah keinginannya merangkum cerita-cerita penyelenggara badan adhoc dijajarannya yang jarang didengar orang. Dengan begitu, cerita-cerita itu tidak hanya mencari “rumor” atau cerita-cerita yang kemudian hilang disapu angin. Melalui tulisan dan menjadi buku, maka diharapkan cerita-cerita itu menjadi sebuah dokumentasi hidup yang bisa dibaca dan menjadi literasi orang dikemudian hari. “Tujuan utamanya adalah, memotivasi masyarakat terutama pemilih, untuk kedepan mau menjadi penyelenggara. Ini kami sampaikan, karena banyak penyelenggara kami yang sudah tua. Ini terjadi, karena penyelenggara dari kaum milenial masih sangat kurang. Kami berharap dengan membaca buku ini, mereka termotivasi, kedepan menjadi penyelenggara,” harapnya. Nona juga terkesan dengan beberapa tulisan yang lucu. Diantaranya tentang “Anak Bimtek Ortu”, “Hilang Fokus”, “Jiwa Seni untuk Pemilu Bermartabat”, “Sampul Tertukar, Surat Suara Kurang”, “34 Penyelenggara Pemilu 2024, Sakit” dan “KPU Kabupaten Magelang Raih Sosialisasi Terbaik Kedua Pemilu 2024”. “Isi buku ini benar-benar inspiratif. Kisahnya human interest banget, benar-benar kejadian yang dialami para penulis. Nyata dan sesuai fakta. Luar biasa KPU Kabupaten Magelang, mampu merangkum cerita-cerita dari badan adhoc menjadi sebuah buku,” rangkumnya. (***/RED)

Persiapan Coktas PDPB 2026, KPU Magelang Berkoordinasi Dengan Pemcam Mertoyudan

KOTA MUNGKID_KPU Kabupaten Magelang terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan perangkat daerah, salah satunya koordinasi sinergi dengan Pemerintah Kecamatan Mertoyudan. Pertemuan koordinasi  dilakukan terkait persiapan pelaksanaan pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas) pada Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2026 di Kecamatan Mertoyudan. Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi Siti Nurhayati bertemu langsung Camat Mertoyudan Untung Sujoko bersama Kasi Tata Pemerintahan Angelina Ayu,  Kamis (5/3/2026). Pertemuan membahas berbagai langkah koordinatif antara KPU dan pemerintah kecamatan guna mendukung kelancaran pemutakhiran data pemilih, termasuk dukungan perangkat daerah terhadap pelaksanaan Coktas untuk memastikan akurasi dan validitas data pemilih utamanya di Kecamatan Mertoyudan. Siti Nurhayati menyampaikan peran pemerintah kecamatan hingga desa sangat penting dalam mendukung kualitas data pemilih. Informasi perubahan data kependudukan seperti pemilih pemula yang baru saja berusia 17 tahun, pemilih meninggal dunia, maupun perpindahan domisili sangat membantu proses pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan. “Melalui koordinasi ini kami berharap dukungan dari pemerintah kecamatan hingga desa dapat terus diperkuat, sehingga proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan maupun pelaksanaan Coktas dapat berjalan optimal dan menghasilkan data pemilih yang semakin akurat dan mutakhir,” ungkapnya. Menyambut langkah sinergi KPU, Camat Mertoyudan Untung Sujoko yang baru saja dilantik sebagai Camat Mertoyudan yang sebelumnya adalah Camat Dukun menegaskan, pemerintah kecamatan siap bersinergi dan mendukung upaya KPU dalam menjaga kualitas data pemilih di wilayahnya. Pemcam Mertoyudan akan mendorong pemerintah desa untuk aktif menyampaikan setiap perubahan data kependudukan yang berkaitan dengan pemilih, sehingga data yang digunakan benar-benar akurat.(***/RED)

KPU Magelang dan Kemenag Tandatangani Perjanjian Kerjasama

  KOTA MUNGKID_KPU Kabupaten Magelang dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang, Rabu (4/3/2026) melaksanakan penandatanganan naskah Perjanjian Kerjasama (PKS) Program Pendidikan Pemilih Pemula Berkelanjutan dan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan  Tahun 2026. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung sekali program ini. Bagaimana pun, pendidikan politik khususnya kepada pemilih pemula, menjadi tanggung jawab kita bersama. Sekali lagi terima kasih, kami sudah diajak KPU untuk melakukan kegiatan yang baik ini,”sambut Kepala Kemenag Kabupaten Magelang, Hanif Hanani seusai menandatangani PKS. Ditegaskannya, pihaknya yakin jika pendidikan politik bagi pemilih pemula terus digencarkan, akan meningkatkan motivasi dan angka partisipasi pemilih di Pemilu dan Pilkada mendatang. “Dengan KPU hadir di sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah yang kami miliki, ini bagus agar anak-anak termotivasi dan aware (peduli-red) terhadap Pemilu. Sehingga diharapkan kedepan, kualitas dan angka partisipasi pemilih pada Pemilu di Kabupaten Magelang ini akan lebih meningkat,” harapnya. Ketua KPU Kabupaten Magelang, Ahmad Rofik didampingi Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Yohanes Bagyo Harsono dan Ketua Divisi Perencanaan dan Data Pemilih, Siti Nurhayati serta Sekretaris KPU Ira Wahyu Catur K mengatakan, selain dengan Kemenag, saat ini KPU juga tengah menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak, diantaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah VIII, PCNU, dan PDM.“Saat ini kami masih terus komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder lainnya. Semoga setelah dengan Kemenag ini, akan diikuti PKS-PKS yang lain,” harapnya. Menurut Rofik,  untuk lebih meningkatkan kualitas Pemilu dan Pilkada kedepan, pihaknya akan menggandeng beberapa lembaga. “Untuk meningkatkan kualitas pemilu ditandai dengan meningkatnya angka partisipasi pemilih, data pemilih yang akurat, minim persoalan hukum, kondusifitas daerah terjaga, terpilihnya pemimpin yang amanah dan minim politik uang, dibutuhkan peran semua pihak. Tidak bisa hanya diserahkan pada KPU dan penyelenggara saja. Karena itu, kami akan terus mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pemilu kedepan,” pungkasnya. (***/RED)